Surabaya... I'm in Love



Sunny siswi SMA salah satu sekolah swasta di Jakarta, yang baru saja dinyatakan lulus akan mengikut liburan sekolah bersama teman-teman sekelasnya ke Surabaya. Mereka akan berlibur selama tujuh hari-enam malam. Ini adalah saat yang paling dinanti oleh Sunny karena ia akan punya banyak waktu untuk bersama dengan Iko, pria idamannya.
Ganteng, tinggi, putih, pintar, baik, ramah, bijaksana dan gayanya super keren inilah yang membuat hati Sunny terjerat sejak masuk SMA. Terutama sifat super baiknya Iko yang selalu menawarkan Sunny untuk pulang bareng, membelikan minuman ketika selesai olahraga dan selalu menyapa Sunny setiap pagi. Hal ini yang membuat Sunny berharap banyak dan setia menunggu kepastian dari sifat baiknya Iko.
Sehari sebelum berangkat, Sunny mendengar berita bahwa Iko akan menyatakan cinta kepada wanita yang sudah lama ia sukai. Dari sinilah Sunny semakin bersemangat dan berusaha mempersiapkan segalanya agar tampak sempurna.
* * *
            Setelah menunggu beberapa lama di bandara, akhirnya semua siswa kelas XII IPS 4 berkumpul. Sunny membawa satu koper yang berisikan pakaian dan sepatu serta membawa handbag untuk peralatan yang penting seperti Handphone, tisu, parfum dan yang lainnya. Kebanyakan teman-temannya juga hanya membawa satu koper tapi ada juga yang membawa lebih dari satu.
            Sunny berpakaian simple hanya dengan baju kaos berwarna pink muda dan celana jeans hitam. Karena perjalan yang akan memakan waktu sedikit lebih lama, Sunny sudah menyediakan makanan di tasnya.
            “sini biar aku bantu” Iko mengulurkan bantuan saat Sunny hendak mengangkat kopernya ke atas meja seleksi.
            “iya... makasih ya Ko” Sunny tersenyum bahagia.
            “sama-sama! Cewek tuh gak boleh angkat barang berat kaya gini” Iko membalas senyumnya.
            “iyaaa...” ia menatap sendu pada Iko. Setelah itu Sunny melihat Iko membawakan koper milik Fika dan Mia. Ia memang pria yang paling baik di muka bumi ini!
* * *
            “WELCOME TO SURABAYA!!” jerit salah seorang siswa yang membuat seluruh teman-temanya tersenyum ketika keluar dari bandara. Terlihat sebagian besar dari mereka berfoto dan mem-postingnya di jejaring sosial Instagram, Twitter maupun Facebook. Termasuk Sunny yang menulis di Twitter-nya ‘Hello Surabayaaaa! I’m ready to New Vacation!!’
            “Sunday! Sini kita foto yuk!” ajak Dita, teman sebangku Sunny yang memanggilnya dengan nama akrab.  
            Saat Sunny sedang asik berfoto, Iko menghampirinya. “hey, gimana? Surabaya seru gak?”
            “hah? mungkin Surabaya bakalan lebih seru kalo kita gak cuma disini” Sunny tertawa ringan.
            “iya bener! Ya udah... Temen-temen sekarang kita langsung berangkat ke hotel aja ya” ajak Iko yang disambut dengan persetujuan dari seluruh siswa.
            Satu minggu sebelum keberangkatan mereka ke Surabaya, mereka sudah memesan paket traveling untuk 25 orang. Jadi sekarang mereka tinggal menikmati keindahan alam dan wisata dari kota pahlawan, Surabaya!
* * *
            Setelah selesai menempati kamar masing-masing dan membereskan barang-barang, mereka dijadwalkan untuk berjalan-jalan ke Jembatan Suramadu. Jembatan yang menghubungkan antara kota Surabaya dengan pulau Madura. Keindahan pemandangan Selat Madura yang menjadi daya tarik utama para wisatawan.
            “Keren banget! Ayo foto Sun” Dita mengarahkan kamera ke wajahnya yang berlatarkan Jembatan Suramadu.
            “mba-mba dan mas-mas... jembatan ini dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 10 Juni 2009 dengan nama resmi Jembatan Nasional Suramadu. Panjangnya sekitar 5.438 meter dan lebarnya kurang lebih 30 meter...” sebelum melintasi Jembatan megah ini, mereka sedikit diberi penjelasan mengenai Jembatan tersebut.
Sepanjang perjalanan mereka disibukkan dengan keindahan alam dan tak mau terlewatkan sedetikpun momen untuk berfoto. Dan tentunya tidak lupa pula untuk mem-posting ke Twitter, Instagram dan Facebook.
* * *
            Dihari kedua ini mereka akan berpetualang menuju Tugu Pahlawan & Museum Perjuangan 10 November. Monumen ini terletak di bekas markas Ken Pe Tai atau polisi militer Jepang. Dulunya, pada masa penjajahan Belanda gedung tersebut dikenal sebagai kantor Raad Van Justitie atau gedung pengadilan tinggi. Dan gedung yang persis berhadapan dengan kantor Gubernur Jawa Timur itu hancur pada pertempuran 10 November 1945 lalu.
            Tempat ini sepertinya sangat cocok untuk mereka kunjungi. Karena selama ini mereka tidak pernah meluangkan waktu untuk mempelajari sejarah yang sangat penting bagi tanah air kita.
            “Museum ini diresmikan pada tahun 2000 dan berlokasi di dalam kompleks Tugu pahlawan dan telah terkenal sebagai salah satu tujuan wisata kota Surabaya! Di museum ini terdapat beberapa benda peninggalan Bung Tomo serta rekaman asli pidato Bung Tomo yang berapi-api membangkitkan gelora dan hasrat rakyat akan kemerdekaan bisa didengar melalui radio kuno ini” pemandu wisata menunjukan radio yang di maksud.
Terlihat dari wajah mereka, sepertinya mereka sangat kagum dengan seisi ruangan museum itu. Peninggalan-peninggalan sejarah yang sebagian dari mereka baru mengetahuinya disini.
* * *
            Terlalu lelah karena selama dua hari berturut mereka disuguhkan wisata Surabaya yang elok maka di hari ketiga mereka di beri kesempatan untuk beraktifitas secara bebas di sekitar hotel maupun hanya sekedar berbelanja. Sunny dan Dita menyegarkan diri dengan berenang di kolam yang terdapat di hotel dan menikmati paket spa yang ditawarkan oleh pihak hotel.
            “Sun, denger-denger kata anak-anak Iko bakalan nembak cewek itu malem ini loh... kira-kira siapa yah cewek yang Iko suka? penasaran deh” Dita tersenyum licik kearah Sunny.
            “apaan sih! Kita liat aja entar malem, jangan keburu seneng dulu ah” Sunny mengusir harapannya.
            Malam harinya, mereka mengadakan diner direstoran hotel. Ternyata dimomen ini banyak yang memanfaatkan untuk menyatakan cinta. Termasuk Iko! Sunny yang dibantu Dita untuk memilih pakaian yang bagus untuk malam itu sepertinya sedang harap-harap cemas. Tak henti Sunny memandang kearah Iko yang memegang setangkai bunga untuk diberikan kepada wanita yang ia sukai. Perlahan Iko berjalan kearah tempat Sunny dan Dita duduk. Namun.... Iko malah melewatinya! Lalu menghampiri Fika dan memberikan bunga itu padanya.
Sunny tertunduk lemas. Dita tidak menyangka hal itu akan terjadi, ia berusaha untuk menguatkan Sunny. Mereka berdua segera pergi menuju kamar mandi sebelum air mata Sunny yang tidak dapat dibendung jatuh dihadapan banyak orang. “sabar Sun! Gue jadi bingung nih kalo lo udah nangis gini. Jadi ikut sedih deh...” Dita memeluk Sunny. Sunny menangis tersedu dan tak mampu mengatakan apa-apa.
* * *
            Ke-esokan harinya, mereka akan pergi untuk wisata kuliner disekitar Surabaya. Tapi Sunny mendadak sakit! Badannya panas dan kepalanya pusing. Dita dan Rara teman sekamar Sunny sangat khawatir dengan keadaannya yang mendadak buruk. “udah aku gak apa kok, kalian pergi aja ya. Aku bisa kok sendiri. Paling ini cuma sekedar demam biasa” Sunny memaksa senyumnya.
            “tapi Sun...” Rara memegang tangan Sunny.
            “udahhhh... sana gihhh! Entar kalian ditinggal loh” ia mendorong Dita dan Rara untuk keluar kamar.
            Setelah beberapa saat kepergian mereka, Sunny merasa lapar. Dia baru ingat bahwa tadi malam ia tidak makan apapun, mungkin ini penyebab kepalanya menjadi pusing. Perlahan Sunny menuju restoran hotel untuk sarapan namun sepertinya waktu sarapan telah usai. Sekarang ia berusaha mencari makanan di pinggir jalan sekitar hotel.
            Ketika Sunny menyeberangi jalanan, mobil honda civic berwarna hijam  melaju sangat kencang. Kepala Sunny yang masih pusing tidak dapat mengontrol dirinya. ‘CITTTTTTTTT...’ mobil itu berhenti mendadak dan hampir saja menabrak Sunny. “AAAAAA..!!!” refleks Sunny langsung menjatuhkan dirinya sendiri diatas aspal jalan. Sang pengemudi mobil keluar untuk melihat keadaan orang yang hampir saja ia tabrak.
            “mba gak papa?” tanya seorang pria pengemudi mobil itu sambil memegang kedua bahu Sunny.
            “ehhh! Jangan pegang-pegang! Pasti kamu mau hipnotis aku kan? Aku tau.. pasti ini modus penculikan!” Sunny memukul tangannya.
            “Bukan mba! Saya bukan mau culik atau hipnotis atau apalah... tapi saya cuma mau bantu mba dan tanggung jawab aja kok
            “hah? emang kamu ngapain? Pake tanggung jawab segala. Saya gak apa-apa kok” ternyata Sunny tidak sadar dengan kejadian yang baru saja dialaminya.
            “oke... gini aja! Mba mau kemana? Biar saya anterin” melihat wajah pria itu yang tampan, putih dan bersih sepertinya Sunny mulai percaya. Dan mendengar tawaran pria itu Sunny jadi ingat bahwa perutnya keroncongan.
            “aku laper... tapi...”
            “oke! Ayo naik!” pria itu baik, ia membantu Sunny berdiri dan membukakannya pintu mobil.
            Tanpa bertanya pada Sunny, pria itu membawanya kesebuah restoran. Setelah mengantarkan Sunny ke meja makan, pria itu beranjak pergi meninggalkannya.
            “ehhh! Mau kemana?” tanya Sunny khawatir.
            “ya pulang lah... kenapa? Mba gak bawa uang?” pria itu mengambil uang dari dalam dompetnya. “nih... udah kan?” Sunny baru ingat! Ia meninggalkan dompetnya. Saat ini saja ia masih menggunakan baju tidur.
            “sebenernya bukan cuma itu aja sih... aku di Surabaya lagi liburan bareng temen-temen tapi karena aku sakit jadi aku gak ikut bareng mereka
            “terus?” pria itu mengangkat alisnya.
            “terus... aku gak tau jalan pulang” Sunny tersenyum lebar.
            Pria itu sedikit tertawa dan kembali menemani Sunny, “jadi kamu wisatawan disini?” Sunny mengangguk, “oya! Aku Sandy” ia mengulurkan tangannya.
            “Sunny Mastura” Sunny menyambut tangan Sandy dan  tersenyum.
Mereka berbincang sangat akrab, sesekali tertawa bersama. Terlihat sepertinya Sunny sangat nyaman dengan pria yang baru saja ia kenal itu. Ia seakan lupa bahwa dirinya baru saja patah hati.
* * *
            Sunny sudah sehat. Ia bisa melakukan aktifitas kembali bersama teman-temannya. Melanjutkan pertualangan di Surabaya. Hari ini mereka akan berkunjung ke salah satu kampus terkenal di Surabaya, yaitu Universitas Surabaya atau biasa disebut Ubaya. Mereka disuguhkan berbagai sejarah yang terdapat disekitar Universitas itu dan juga berbagai prestasi yang luar biasa. Yang paling menarik perhatian Sunny dan Dita adalah pemain basket dari mahasiswa Ubaya. Mereka seakan terhipnotis oleh permainan basket mahasiswa itu.
Ketika Sunny kembali melihat-lihat, seseorang memanggilnya. “SUNNY!!!” Sunny mencari-cari dari mana asal suara itu. “Sunny Mastura!!”
Sunny melihat seorang pria berlari kearahnya, “itu kan Sandy!” Sunny melambaikan tangannya.
“hey! Ngapain disini?” Sandy bertanya sambil ter-enggah-enggah.
“aku lagi sama temen-temen aku. Kamu kuliah disini?” ia sedikit kaget.
“yaaaa gitu lah...” masih ter-engah-engah.
“capek ya? Duduk yuk” Sunny menunjuk bangku yang terletak di bawah pohon rindang. “kamu mau minum? Aku ada minum nih..” ia mengeluarkan botol minuman dari tasnya.
“makasih ya... aku tadi gak sengaja liat kamu, jadi aku samperin aja. Ternyata beneran kamu!” mendengarnya Sunny tersenyum.
“masih capek?” Sunny mengambil kembali botol minumannya.
“udah enggak kok! Mungkin karena kamu” Sandy merayu, membuat pipi Sunny mendadak merah.
* * *
Berlibur di Surabaya sudah memasuki hari ke-enam itu berarti hari ini adalah hari terakhir mereka berlibur. Mereka dijadwalkan untuk melihat kemolekkan seni budaya di Museum Rudi Isbandi. Ketika keluar dari pintu hotel, Sunny melihat seorang pria yang sedang bersandar di atas bemper mobilnya.
“San..dyy?” ia menghampiri pria itu di parkiran.
“Sunny!” sapa Sandy dengan ramah.
“kamu ngapain disini?”
“aku mau jemput kamu terus kita jalan, kamu mau gak?”  ia mengangkat alisnya penuh harapan.
“mmm... tapi hari ini aku ada jadwal travel pergi ke museum Rudi Isbandi ” Sunny melihat Dita yang berdiri di teras hotel, “emang.. kita mau kemana?”
“rencananya mau ngajak kamu ke pantai”
“pantai? Ya udah, aku pamit dulu sama temen aku” Sandy tersenyum legah mendengar persetujuan dari Sunny.
Sesampainya di pantai, mereka duduk dipinggir pantai sambil menikmati segelas es kelapa segar. Angin pantai yang sepoy-sepoy membuat Sunny tersenyum bahagia. “seneng banget bisa kepantai! Makasih ya San” Sunny tersenyum manis.
“Anytime Sun.. kita jalan-jalan dipinggir pantai yuk?”
“Ayo!” mereka melepaskan sepatu mereka agar tidak basah bila terhempas ombak pantai.
Sunny merentang kan tangannya saat berjalan ditepi pantai. Ia benar-benar sangat menikmati suasana pantai yang pada saat itu sedikit berawan dan berangin. “welcome to my paradise....” Sunny sedikit menyanyikan lagu dari Steven Jam sambil tersenyum lebar.
“mmmm... Sun”
“yaa?”
“ada yang mau aku omongin” Sandy berhasil membuat Sunny penasaran.
“ya? Mau ngomong apa?” Sunny menatap Sandy penuh tanya.
“entar malem... aku mau ngajakin kamu diner. Kamu mau gak?”
“diner? Oh iya! Aku lupa bilang sama kamu, kalo besok pagi aku sama temen-temen balik ke Jakarta. Jadi entar malem pasti bakalan sibuk beresin barang-barang. Tapi entar aku usahain deh..”
“apa? Kamu udah mau pulang?” Sandy kaget mendengarnya, “kamu kok gak bilang sih!”
“sorryyy... aku juga baru inget San” Sunny melihat wajah Sandy yang mendadak murung. “jangan ngambek dong. Oke! Entar malem aku mau kamu ajak diner” Sunny mencoba menghiburnya.
“aku suka sama kamu!” Sandy berhenti berjalan lalu menatap Sunny tajam.
“hah? apa?” Sunny terlihat sangat shock.
“aku sayang sama kamu, Sun! Dari pertama kali kita ketemu kamu buat aku nyaman. Aku gak ngerasa keberatan waktu kamu minta aku untuk temenin kamu makan. Waktu ketemu kamu dikampus aku gak tau kenapa rasanya aku seneng dan selalu pengen ketemu kamu terus” Sandy melihat Sunny dengan wajah yang serius.
Mendengar pernyataan Sandy, mendadak senyum Sunny membeku. Jantungnya berdebar kencang! “baru kali ini ada cowok yang sayang sama aku dan gak PHP-in... tapi kamu-kan baru kenal aku dua hari” Sunny tertunduk.
“aku gak tau, yang pasti aku sayang sama kamu, Sun. Kamu mau jadi pacar aku?” angin pantai berhembus disambut dengan ombak pantai yang membasahi kaki mereka. Membuat suasana semakin romantis.
“tapi besok aku berangkat ke Jakarta, San! Kita gak mungkin pacaran...It’s so far away”
“aku yang bakal nyusul kamu ke Jakarta. Gimana?” Sandy kembali  menatapnya.
“kamu yakin?”  Sunny membalas tatapannya.
“yakin lah! Seribu persen malah!”
“emmm... gimana yaaa?”  Sunny tersenyum licik pada Sandy.
“mau gak... jadi pacar aku?” Sandy kembali bertanya.
“mau gak yaaaa...?” Sunny mencipratkan air pantai ke wajahnya lalu berlari menyelamatkan diri sebelum Sandy membalas dengan menenggelaminya.

Sandy tersenyum lebar melihat ulahnya itu. Tak mau kalah! Sandy pun berlari mengejar Sunny. Karena tidak mau terkena imbasnya Sunny semakin berlari menjauh.

*********************************************************************************
[DO NOT COPY WITHOUT PERMISSION]

Written By Esty Jumadi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

NEIGHBOUR